Oleh : Jamaludin, S.P., M.Si.

Vanili merupakan tanaman yang masuk dalam famili Orchidaceae yang banyak digunakan sebagai campuran aroma untuk makanan, sebagai bahan campuran pembuatan kosmetik, parfum, lotion, detergen, aroma terapi, dan pengharum ruangan (Uchida, 2011).   Saat ini permintaan vanili sangat tinggi sedangkan pasokan vanili yang ada hanya sedikit, hal tersebut mengakibatkan harga vanili sangat tinggi, yaitu antara 4—5 juta rupiah per kilogram (Majalah Trubus, 2018).

Harga vanili yang tinggi mendorong petani untuk menanam vanili, baik penanaman di sekitar rumah maupun penanaman sekala luas. Kendala yang dihadapi oleh petani dalam pengambangan tanaman vanili diantaranya adalah harga bibit sangat mahal dengan kualitas yang belum terjamin. Tingginya harga bibit karena sebagai konsekuensi petani harus mengorbankan tanamannya untuk tidak berbuah pada musim berikutnya akibat cabangnya diambil sebagai sumber bibit.  Hal tersebut karena pada umumnya petanimenggunakan stek berukuran panjang (4—5 buku).

Salah satu upaya untuk menghemat bahan stek adalah penggunaan stek satu buku, namun keberhasilan stek satu buku lebih rendah dibandingkan dengan stek berkuran penjang (4—5 buku).  Upaya untuk meningkatkan keberhasilan stek satu buku perlu dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan mengatur posisi penanaman dan penggunaan ZPT auksin untuk memacu pertumbuhan akar.  Secara rinci tahapan stek satu buku tanaman vanili disajikan pada Gambar 1.

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *